Jumat, 19 September 2014

manajemen suatu kegiatan untuk berjalan dengan lancar



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang 

            Manajemen merupakan suatu siasat dan usaha tata kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan berharap kegitan tersebut berjalan dengan lancar seperti yang diinginkan. Karena untuk mendapatkan hasil yang cukup memuaskan dari suatu kegiatan yang kita lakukan perlu perencanaan yang cukup matang.
            MENWA (Resimen Mahasiswa), adalah salah satu organinasi yang ada di Universitas Syiah Kuala, dimana semua anggota atau orang yang berperan di dalam organisasi tersebut adalah mahasiswa dari unsyiah sendiri. Selain mahasiswa, ternyata dosen Unsyiah juga ikut berperan  sebagai dosen pembimbing yang membimbing agar organisasi tersebut berjalan dengan lancar dan selalu sukses jika mengadakan suatu kegiatan.
            Organisasi ini lebih dikenal sebagai polisi kampus, dan berperan sebagai pengamanan di kampus, misalnya jika ada keributan di kampus, atau bentrok di kampus,  jangan lupa menghubungi anak MENWA, dengan menghubungi mereka insya Allah kekacauan di kampus akan dapat diselesaikan dengan kekeluargaan, selain itu mereka juga berperan sebagai pengawas, misalnya jika kampus mengadakan ujian tulis untuk mahasiswa baru, dan jika kampus mengadakan acara wisuda, dan lain sebagainya, yang berperan sebagai pengawas dari kegitan tersebut, adalah salah satunya anak MENWA juga.
            Organisasi ini melakukan kegiatan yang spektakuler, yang dilaksanakan hanya 1 kali dalam 1 tahun, yaitu kegiatan OSPEK untuk mahasiswa yang ingin bergabung dan menjadi anggota di organisasi ini. Biasanya kegiatan ini dilakuakan setiap bulan september disaat mahasiswa baru Unsyiah telah masuk kuliah.

1.2 Rumusan masalah

            Kenapa dalam melakukan suatu kegiatan membutuhkan yang namanya manajemen,??
karena banyak kegiatan yang dilakukan tanpa membuat struktur yang teratur  terlebih dahulu, tanpa adanya perencanaan yang matang, jika membuat suatu kegiatan tanpa manjemen yang bagus maka kegiatan tersebut tidak akan berjalan semaksimal mungkin, akan ada keputusan yang ragu-ragu, akibatnya apa..?? dapat merugikan orang-orang yang trlibat di dalam kegiatan tersebut. Karena kegiatanya tidak memuaskan.
           



BAB II
TINJAUAN TEORI

          Bapak Manajemen Ilmiah. Dalam buku literatur, manajemen ilmiah sering diarti kan berbeda. Arti pertama manajemen ilmiah merupakan. Frederick W. Taylor (1856-1915)
Manajemen ilmiah mula-mula dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor sekitar tahun 1900 an, karena karyanya tersebut Taylor disebut sebagai penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan-pemecahan masalah organisasi.
Sedangkan  arti yang kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik “a bag of trick” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.
Taylor telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mendapat efisiensi.
Empat prinsip dasar tersebut adalah:
1.      pengembangan metode-metode ilmiah dalam menejemen, agar sebagai contoh metode yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
2.      Seleksi ulmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan kemampuanya.
3.      Pendiikan dan pengembangan ilmiah para karyawan.
4.      Kerja yang baik antara manajemen dan tenanga kerja, sedangkan mekanisme dan tehnik-tehnik yang dikembangkan taylor untuk melaksanakanprinsip-prinsip dasar diatas, antara lain studi gerak dan waktu.












BAB III
PEMBAHASAN

            Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dari pelaksanaan kegiatan ini membutuhkan planning, organizing, actualing, dan controling yang bagus pula. Membuat kegiatan ospek untuk anggota baru ini tidaklah semudah yang dipikirkan, membutuhkan kerja sama yang bagus sesama rekan dan saling membagi tugas ke anggota lain. Langkah awal  adalah pembukaan pendaftaran untuk mahasiswa yang mau bergabung ke organisasi kita dan pendaftaran tersebut di tentukan berapa hari untuk pendaftaran, misalnya 4 hari untuk pendaftaran setelah 4 hari pendaftaran ditutup. Setelah semua data  calon anggota baru terkumpul, kemudian membuat planning selanjutnya.
            Planning selanjutnya yaitu melakukan ospek untuk calon anggota baru, sebelum berjalanya kegiatan tersebut, banyak hal yang harus diperhatikan yang pertama sekali adalah dana atau uang konsumsi yang dibutuhkan untuk kegiatan ini, sebelum menentukan berapa jumlah dana yang dibutuhkan, terlebih dahulu mengetahui barapa jumlah calon anggota baru,? Berapa hari kegiatan tersebut,? Dan apa saja kegiatanya? dan alat-alat apa saja yang dibutuhkan dalam kegiatan ospek ini, dengan begitu kita bisa merancangkan seberapa besar dana yang dibutuhkan.
            Setelah mengetahui berapa jumlah anggota yang akan diospek, misalkan semua anggota baru ini berjumlah 10 orang, nah,, untuk yang 10 orang ini membutuhkan makan 3 kali dalam sehari. Kemudian menentukan berapa hari masa kegiatan tersebut, misalkan kegiatan selama 4 hari. Nah kalau sudah membuat rancangan seperti itu bisa di tebak berapa dana yang dibutuhkan untuk makan dalam 4 hari untuk 10 orang. Selanjutnya untuk perlengkapan, karena kegiatan ini selama 4 hari, jadi kita harus menyediakan tempat tidur mereka, berarti kita perlu menyewa tenda 2 buah, 1 tenda khusus untuk anak perempuan, dan 1 tenda lagi untuk anak laki-laki, kemudian kita membutuhkan peralatan memasak seperti dandang dan kuali serta perlengkapan dapur lainya. Dengan adanya mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan seperti yang di atas kita bisa mengetahui berapa dana untuk menyewa tenda dan perlengkapan dapur lainya.
            Kemudian masuk kestruktur kegiatan yang akan dilaksanakan, sebelum kegiatan berlangsung kita juga harus membuat struktur kegiatan, yang dimulai dari struktur kegiatan dari hari pertama sampai hari ke-4 agar disaat berlangsungnya kegiatan tidak ada keraguan untuk melaksankanya atau banyak peraturan kegiatan yang tiba-tiba muncul, misalkan kegiatan yang seharusnya di lakukan pada hari pertama tiba-tiba bergeser ke hari selanjutnya, jadi untuk menghindari kesalahan seperti itu, disisni kita membuat struktur kegiatanya, misalnya, hari pertama, setelah sarapan (makan pagi) tepat pukul 08.00 semua anggota baru harus sudah berkumpul di lapangan dengan berpakain rapi dan memakai sepatu sport, untuk melakukan PBB yang di bimbing oleh pelatih.
           
            Kemudian  kegiatan PBB tersebut harus ditentukan dari pukul 08.00-09.50 WIB. Kemudian  untuk kegiatan selanjutnya misalnya mendengarkan teori, berarti kita harus mengundang pemateri misalnya dari pihak TNI, yang menjelsakan materi tentang bagaimana cara untuk membongkar pasang senjata yang dilakukan di dalam ruangan agar anggota baru tidak kepanasan, dan kegiatan materi tersebut harus ditentukan dimulai dari pukul 10.00-11.50 WIB. Kemudian istirahat dan shalat juhur, setelah shalat selesai dilanjutkan dengan makan siang, setelah itu kembali ke lapangan untuk mengikuti PBB lagi yang dibimbing oleh palatih, begitu pula dengan kegiatan selajutnya sampai hari ke-4, jadi harus jelas kegiatan apa, waktunya kapan, dan berlangsungnya kegiatan dimana. Dengan begitu insya Allah kegiatan apapun yang akan kita laksanakan kalau dibuat dengan struktur yang bagus, dan mengikuti struktur tesebut, maka kegiatan tersebut akan berjalan dengan lancar dan sukses.

Kesimpulan
            Adapun yang dapat kami simpulkan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Menjadi menejer bukanlah suatu hal yang susah dan membosankan.
2.      Jika membuat suatu kegiatan harus di buat struktur kegiatan terlebih dahulu.
3.      Harus mengikuti struktur kegiatan tersebut secara tertib.
4.      Seorang menejer harus dapat mengatur dan memberi perintah dengan tegas kepada anggotanya sendiri.
5.      Seorang menejer harus memiliki sifat kerja sama yang bagus terhadap rekan-rekan yang laen.
6.      Kegiatan tersebut harus dirancang mulai dari nol sampai selesai, mulai dari dana sampai berlangsungnya kegiatan tersebut.











DAFTAR PUSTAKA


Hasibuan Malayu, 2008.  Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah.
Jakarta: Bumi Aksara.

Handoko Hani, 1999. Manajemen Edisi 2.  Yogyakarta: BPFE.

                                        
 http://chike-libra.blogspot.com/2013/10/pengantar-manajemen.html