BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang
Manajemen
merupakan suatu siasat dan usaha tata kerjasama untuk mencapai suatu tujuan
tertentu dan berharap kegitan tersebut berjalan dengan lancar seperti yang
diinginkan. Karena untuk mendapatkan hasil yang cukup memuaskan dari suatu
kegiatan yang kita lakukan perlu perencanaan yang cukup matang.
MENWA (Resimen Mahasiswa), adalah
salah satu organinasi yang ada di Universitas Syiah Kuala, dimana semua anggota
atau orang yang berperan di dalam organisasi tersebut adalah mahasiswa dari
unsyiah sendiri. Selain mahasiswa, ternyata dosen Unsyiah juga ikut
berperan sebagai dosen pembimbing yang
membimbing agar organisasi tersebut berjalan dengan lancar dan selalu sukses
jika mengadakan suatu kegiatan.
Organisasi ini lebih dikenal sebagai
polisi kampus, dan berperan sebagai pengamanan di kampus, misalnya jika ada
keributan di kampus, atau bentrok di kampus,
jangan lupa menghubungi anak MENWA, dengan menghubungi mereka insya
Allah kekacauan di kampus akan dapat diselesaikan dengan kekeluargaan, selain
itu mereka juga berperan sebagai pengawas, misalnya jika kampus mengadakan
ujian tulis untuk mahasiswa baru, dan jika kampus mengadakan acara wisuda, dan
lain sebagainya, yang berperan sebagai pengawas dari kegitan tersebut, adalah salah
satunya anak MENWA juga.
Organisasi ini melakukan kegiatan
yang spektakuler, yang dilaksanakan hanya 1 kali dalam 1 tahun, yaitu kegiatan
OSPEK untuk mahasiswa yang ingin bergabung dan menjadi anggota di organisasi
ini. Biasanya kegiatan ini dilakuakan setiap bulan september disaat mahasiswa
baru Unsyiah telah masuk kuliah.
1.2 Rumusan masalah
Kenapa
dalam melakukan suatu kegiatan membutuhkan yang namanya manajemen,??
karena
banyak kegiatan yang dilakukan tanpa membuat struktur yang teratur terlebih dahulu, tanpa adanya perencanaan
yang matang, jika membuat suatu kegiatan tanpa manjemen yang bagus maka
kegiatan tersebut tidak akan berjalan semaksimal mungkin, akan ada keputusan
yang ragu-ragu, akibatnya apa..?? dapat merugikan orang-orang yang trlibat di
dalam kegiatan tersebut. Karena kegiatanya tidak memuaskan.
BAB II
TINJAUAN TEORI
Bapak
Manajemen Ilmiah. Dalam buku literatur, manajemen ilmiah sering diarti kan
berbeda. Arti pertama manajemen ilmiah merupakan. Frederick W. Taylor (1856-1915)
Manajemen ilmiah mula-mula dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor sekitar tahun 1900 an, karena karyanya tersebut Taylor disebut sebagai penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan-pemecahan masalah organisasi.
Manajemen ilmiah mula-mula dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor sekitar tahun 1900 an, karena karyanya tersebut Taylor disebut sebagai penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan-pemecahan masalah organisasi.
Sedangkan arti yang kedua, manajemen ilmiah
adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik “a bag of trick”
untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.
Taylor telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mendapat efisiensi.
Taylor telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mendapat efisiensi.
Empat prinsip dasar tersebut adalah:
1. pengembangan metode-metode ilmiah
dalam menejemen, agar sebagai contoh metode yang paling baik untuk pelaksanaan
setiap pekerjaan dapat ditentukan.
2. Seleksi ulmiah untuk karyawan,
agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas sesuatu tugas sesuai
dengan kemampuanya.
3. Pendiikan dan pengembangan ilmiah
para karyawan.
4. Kerja yang baik antara manajemen
dan tenanga kerja, sedangkan mekanisme dan tehnik-tehnik yang dikembangkan
taylor untuk melaksanakanprinsip-prinsip dasar diatas, antara lain studi gerak
dan waktu.
BAB III
PEMBAHASAN
Untuk mendapatkan hasil yang
memuaskan dari pelaksanaan kegiatan ini membutuhkan planning, organizing,
actualing, dan controling yang bagus pula. Membuat kegiatan ospek untuk anggota
baru ini tidaklah semudah yang dipikirkan, membutuhkan kerja sama yang bagus
sesama rekan dan saling membagi tugas ke anggota lain. Langkah awal adalah pembukaan pendaftaran untuk mahasiswa
yang mau bergabung ke organisasi kita dan pendaftaran tersebut di tentukan
berapa hari untuk pendaftaran, misalnya 4 hari untuk pendaftaran setelah 4 hari
pendaftaran ditutup. Setelah semua data calon anggota baru terkumpul, kemudian membuat
planning selanjutnya.
Planning selanjutnya yaitu melakukan
ospek untuk calon anggota baru, sebelum berjalanya kegiatan tersebut, banyak
hal yang harus diperhatikan yang pertama sekali adalah dana atau uang konsumsi
yang dibutuhkan untuk kegiatan ini, sebelum menentukan berapa jumlah dana yang
dibutuhkan, terlebih dahulu mengetahui barapa jumlah calon anggota baru,?
Berapa hari kegiatan tersebut,? Dan apa saja kegiatanya? dan alat-alat apa saja
yang dibutuhkan dalam kegiatan ospek ini, dengan begitu kita bisa merancangkan
seberapa besar dana yang dibutuhkan.
Setelah mengetahui berapa jumlah anggota
yang akan diospek, misalkan semua anggota baru ini berjumlah 10 orang, nah,,
untuk yang 10 orang ini membutuhkan makan 3 kali dalam sehari. Kemudian
menentukan berapa hari masa kegiatan tersebut, misalkan kegiatan selama 4 hari.
Nah kalau sudah membuat rancangan seperti itu bisa di tebak berapa dana yang
dibutuhkan untuk makan dalam 4 hari untuk 10 orang. Selanjutnya untuk
perlengkapan, karena kegiatan ini selama 4 hari, jadi kita harus menyediakan
tempat tidur mereka, berarti kita perlu menyewa tenda 2 buah, 1 tenda khusus
untuk anak perempuan, dan 1 tenda lagi untuk anak laki-laki, kemudian kita
membutuhkan peralatan memasak seperti dandang dan kuali serta perlengkapan dapur
lainya. Dengan adanya mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan seperti yang di
atas kita bisa mengetahui berapa dana untuk menyewa tenda dan perlengkapan
dapur lainya.
Kemudian masuk kestruktur kegiatan
yang akan dilaksanakan, sebelum kegiatan berlangsung kita juga harus membuat
struktur kegiatan, yang dimulai dari struktur kegiatan dari hari pertama sampai
hari ke-4 agar disaat berlangsungnya kegiatan tidak ada keraguan untuk
melaksankanya atau banyak peraturan kegiatan yang tiba-tiba muncul, misalkan
kegiatan yang seharusnya di lakukan pada hari pertama tiba-tiba bergeser ke
hari selanjutnya, jadi untuk menghindari kesalahan seperti itu, disisni kita
membuat struktur kegiatanya, misalnya, hari pertama, setelah sarapan (makan
pagi) tepat pukul 08.00 semua anggota baru harus sudah berkumpul di lapangan
dengan berpakain rapi dan memakai sepatu sport, untuk melakukan PBB yang di
bimbing oleh pelatih.
Kemudian kegiatan PBB tersebut harus ditentukan dari
pukul 08.00-09.50 WIB. Kemudian untuk
kegiatan selanjutnya misalnya mendengarkan teori, berarti kita harus mengundang
pemateri misalnya dari pihak TNI, yang menjelsakan materi tentang bagaimana
cara untuk membongkar pasang senjata yang dilakukan di dalam ruangan agar
anggota baru tidak kepanasan, dan kegiatan materi tersebut harus ditentukan
dimulai dari pukul 10.00-11.50 WIB. Kemudian istirahat dan shalat juhur,
setelah shalat selesai dilanjutkan dengan makan siang, setelah itu kembali ke
lapangan untuk mengikuti PBB lagi yang dibimbing oleh palatih, begitu pula
dengan kegiatan selajutnya sampai hari ke-4, jadi harus jelas kegiatan apa,
waktunya kapan, dan berlangsungnya kegiatan dimana. Dengan begitu insya Allah
kegiatan apapun yang akan kita laksanakan kalau dibuat dengan struktur yang
bagus, dan mengikuti struktur tesebut, maka kegiatan tersebut akan berjalan
dengan lancar dan sukses.
Kesimpulan
Adapun yang dapat kami simpulkan
dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Menjadi
menejer bukanlah suatu hal yang susah dan membosankan.
2. Jika
membuat suatu kegiatan harus di buat struktur kegiatan terlebih dahulu.
3. Harus
mengikuti struktur kegiatan tersebut secara tertib.
4. Seorang
menejer harus dapat mengatur dan memberi perintah dengan tegas kepada
anggotanya sendiri.
5. Seorang
menejer harus memiliki sifat kerja sama yang bagus terhadap rekan-rekan yang
laen.
6. Kegiatan
tersebut harus dirancang mulai dari nol sampai selesai, mulai dari dana sampai
berlangsungnya kegiatan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Hasibuan Malayu, 2008. Manajemen
Dasar, Pengertian dan Masalah.
Jakarta: Bumi Aksara.
Handoko Hani, 1999. Manajemen Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.
http://chike-libra.blogspot.com/2013/10/pengantar-manajemen.html